SESAK

Dan sbntar lg musim brganti menjadi lara
Tapi bayangmu tetap saja lekat
Mengingatmu sedetail itu. Tangan manis yg kau genggamkan ke ruang2 jemariku. Ciuman hangat bibir manja, pelukan sayang penuh perasaan lalu kau sentuh rambut dan pipi ini pnuh cinta. Tulus.

Masih saja tak ingin rebah. Setiap memejam kelopak mata ini, sekelebat kenangan muncul. Memutar kembali saat dipertemukan sang Malam.  Tak pernah Sesakit itu proses melupakan. Menyesakkan.

Semestaaaa tolong, smpaikan rindu ini. Maaf jika sperti ini. Krn bibir ini tak sanggup ucap. Ragaku juga tak mampu lagi dekap.

Pergi hilang tak berpamit, namun knp ku tak bisa benci? Apa masih brlnjut kisah rumit ini?

Komentar

Postingan Populer